FOTOVOLTAIK PASANGAN ELEKTRODA CUO/CU DAN CUO/STAINLESS STEEL MENGGUNAKAN METODE PEMBAKARAN DALAM BENTUK TUNGGAL DAN SERABUT DENGAN ELEKTROLIT NA2SO4

Olly Norita Tetra

Abstract

Sel fotovoltaik pasangan elektroda CuO/Cu dan CuO/Stainless Steel dibuat melalui metode pembakaran dalam bentuk tunggal dan serabut, dengan menggunakan Na2SO4 sebagai larutan elektrolit. Pengukuran kuat arus dan tegangan dilakukan pada berbagai waktu mulai dari jam 08.00- 16.00 WIB. Besarnya arus dipengaruhi oleh konsentrasi elektrolit dan waktu penyinaran. Konsentrasi optimum Na2SO4 yang digunakan sebagai elektrolit adalah 0,06 M dan waktu penyinaran (saat penyinaran) adalah pada jam 11.00 WIB dengan arus dan tegangan masing-masing adalah 0,448 mA dan 0,239 V untuk untuk pasangan elektroda CuO serabut/stainless steel. Efisiensi tertinggi diperoleh untuk pasangan elektroda CuO tunggal/stainless steel yaitu sebesar 7,66 x 10-6 watt/cm2 .

Full Text:

PDF

References

Wilson, Walery Wenas, 1996, Teknologi Sel Surya: Perkembangan Dewasa Ini dan yang akan Datang, Elektro Indonesia No. 12

Safana, Sultan. 2010. Energi Panas Surya Dipanaskan, ITB, Bandung

Publikasi Ilmiah, 1995, "Peranan energi dalam menunjang pembangunan

berkelanjutan", Direktorat teknologi energi BPPT, Jakarta

Cahyono, Setiadi. 2000, Upaya Peningkatan Efisiensi Sel Surya Fotovoltaik Sebagai Konvertor Cahaya Matahari Menjadi Energi Listrik. Teknologi Kejuruan, Vol 23. Bandung

Fortin, E and D. Masson. 2002, Photovoltaic Effects In Cu2O---Cu Solar Cells Grown By Anodic Oxidation. Department of Physics, University of Ottawa, Ottawa, Canada. Volume 25, Issue 4, Pages 281-283

Sears, W.M and E. Fortin. 2003, Preparation And Properties Of Cu2O/Cu Photovoltaic Cells, Physics Department, University of Ottawa, Ottawa, Ontario K1N 9B4, Canada. Volume 10, Issue 1, Pages 93-103

McGehee, Michael D. 2006, Ordered Bulk Heterojunction Photovoltaic Cells, Materials Science and Engineering

Refbacks

  • There are currently no refbacks.