Efek Prisma pada Pemakai Kacamata Single Vision

  Author(s)
Hanna Nurul Husna    (Program Studi Optometri STIKes Bakti Tunas Husada, Tasikmalaya, Indonesia)
Ai Meri Yulianti (Program Studi Optometri STIKes Bakti Tunas Husada, Tasikmalaya, Indonesia)
Itmam Milataka (Program Studi Optometri STIKes Bakti Tunas Husada, Tasikmalaya, Indonesia)

 ) Corresponding Author
Copyright (c) 2020 Hanna Nurul Husna, Ai Meri Yulianti, Itmam Milataka
  Abstract
Desentrasi lensa pada kacamata dapat menyebabkan efek prisma, dan dapat menyebabkan berbagai keluhan penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil efek prisma pada pemakai kacamata. Sebanyak 89 mahasiswa STIKes Bakti Tunas Husada penderita miopia dan menggunakan kacamata single vision berpartisipasi pada penelitian ini. Efek prisma ditentukan secara resultan (binokuler) dengan menggunakan persamaan Prentice Rule. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa efek prisma horizontal pada pemakai kacamata dengan besaran terbesar (0,0 - 2.0)  sebanyak 44 orang dan didominasi pada arah base in. Serta efek prisma vertikal dengan besaran terbesar 6  dominasi base up. Efek prisma ini dapat menjadi salah satu faktor timbulnya keluhan penglihatan pada pengguna kacamata.
  Click to Read the Full Text
PDF
StatisticsArticle Metrics

This article has been read : 34 times
PDF file viewed/downloaded : 69 times