Penentuan Konfigurasi Elektroda Metode Geolistrik Tahanan Jenis Paling Optimum untuk Survei Air Tanah

Afdal Afdal

Abstract

Pilihan konfigurasi elektroda yang tepat akan menentukan kualitas pencitraan bawah permukaan, termasuk dalam survei air tanah. Tipe konfigurasi, selain menentukan kualitas pencitraan, juga menentukan efektifitas dan efisiensi survei yang berhubungan nantinya dengan kebutuhan dana dan sumber daya. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi melalui eksperimen dengan menggunakan model di laboratorium untuk memperoleh informasi konfigurasi elektroda yang memberikan informasi paling optimum untuk survei air tanah.  Konfigurasi yang dibandingkan adalah konfigurasi Wenner dan Schlumberger. Hasil menunjukkan bahwa konfigurasi Schlumberger dan konfigurasi Wenner mempunyai kemampuan deteksi anomali yang tidak jauh berbeda. Konfigurasi Schlumberger mempunyai penetrasi arus yang lebih dalam (yaitu sekitar 33 cm) daripada konfigurasi Wenner (sekitar 28 cm). Konfigurasi Schlumberger mempunyai kesalahan-inversi yang lebih besar (yaitu antara 8,0% dan 9,9%) daripada konfigurasi Wenner (15,0% sampai 17,3%). Untuk kedua jenis konfigurasi, anomali yang bersifat konduktif lebih mudah dideteksi daripada anomali yang bersifat non-konduktif.

Full Text:

PDF

References

Burger, R.H., 1992, Exploration Geophysics of The Shallow Subsurface, Prentice-Hall

Dobrin, B.M. and C.H. Savit, 1988, Introduction to Geophysical Prospecting, 4th Ed., McGraw-Hill International Edition

Kiyoshi F., and I. Osamu, 2000, Resistivity Structure of The Central Part Of The Yamasaki Fault Studied By The Multiple Electrodes Resistivity Method, Earth Planets Space, 52, 567-571

Lee J.P., 2005, Investigating the Performance of Electrical Resistivity Arrays

Telford, W.M., L.P. Geldart, and R.E. Sheriff, 1990, Applied Geophysics, Cambridge University Press

Refbacks

  • There are currently no refbacks.