Analisis Deformasi Praseismik Stasiun GPS Akibat Gempa di Segmen Mentawai Februari 2008

  Author(s)
Dwi Pujiastuti    (Jurusan Fisika, Universitas Andalas, Padang, Indonesia)
Deasy Arisa (Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI)
Regina Mai Anggriani Br. Sitanggang (Jurusan Fisika, Universitas Andalas, Padang, Indonesia)
Annisa Zahratul Hilma (Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI)

 ) Corresponding Author
Copyright (c) 2020 Dwi Pujiastuti, Deasy Arisa, Regina Mai Anggriani Br. Sitanggang, Annisa Zahratul Hilma
  Abstract
Telah dilakukan penelitian untuk melihat bentuk deformasi yang terjadi  pada tahap praseismik gempa di Segmen Mentawai akibat gempa Februari 2008.   Data GPS diolah menggunakan software GAMIT/GLOBK untuk mendapatkan koordinat estimasi beserta besar vektor pergeseran dari 7 stasiun GPS SuGAR di sekitar episenter gempa pada Day of Year (DoY) 01 sampai DoY 054 yang terjadi sebelum gempa Februari 2008. Hasil penelitian deformasi praseismik dari gempa Mentawai 2008  memperlihatkan tidak adanya anomali deformasi berupa akselerasi deformasi di 7 stasiun yang diamati.  Nilai  koordinat harian dari setiap  stasiun hanya berubah dalam fraksi millimeter. Arah deformasi pada tahap praseismik  sesuai dengan arah laju penunjaman Lempeng India-Australia terhadap Eurasia yaitu North – East dengan besar deformasi stasiun BSAT  (Bulasat) 5,9 mm, PRKB (Parak Batu) 4,2 mm, SLBU (Silabu) 103,46 mm, SMGY (Saumangayang) 35,16 mm, KTET (Katiet) 96,9 mm, PPNJ (Pulau Siburu) 0,77 mm, dan MKMK (Muko muko) 3,6 mm.  Terjadi pemusatan energi pada daerah Pulau Sipora dan Pulau Pagai Utara yang ditandai dengan besarnya deformasi stasiun KTET, SLBU, dan SMGY dibandingkan stasiun BSAT, PRKB, PPNJ, dan MKMK pada tahap praseismik. Hal ini dibuktikan dengan posisi episenter Gempa Mentawai 2008 yang berada di daerah ini.
  Click to Read the Full Text
PDF
StatisticsArticle Metrics

This article has been read : 88 times
PDF file viewed/downloaded : 89 times