ANALISIS PENGARUH PEMBENGKOKAN PADA ALAT UKUR TINGKAT KEKERUHAN AIR MENGGUNAKAN SISTEM SENSOR SERAT OPTIK

Mardian Peslinof, Harmadi -, Wildian -

Abstract


Telah dirancang sistem sensor serat optik untuk mengukur tingkat kekeruhan air dengan model U-system. Rancangan sistem terdiri dari pemancar berupa LED merah (660 nm), serat optik FD 620 10, fotodetektor OPT101, mikrokontroler ATMEGA32 untuk memproses masukan detektor, dan LCD untuk penampil. Serat optik sepanjang 30 cm dikupas claddingnya pada bagian tengahnya sepanjang 5 cm. Pengumpulan data dilakukan dengan membandingkan hasil keluaran dari detektor dari beberapa variasi sudut pembengkokan serat optik terhadap larutan yang telah diketahui nilai kekeruhannya. Pemberian variasi sudut pembengkokan memberikan perbedaan sensitivitas pada pengukuran. Dengan menganalisa nilai keluaran sensor akibat pembengkokan, didapatkan besarnya rugi daya yang dialami sensor sebanding dengan besarnya sudut pembengkokan yang diberikan. Semakin besar sudut yang diberikan maka akan semakin tinggi sensitivitas pengukuran, namun terdapat suatu keadaan dimana apabila sudut diperbesar lagi maka sensitivitasnya berkurang.

Full Text:

PDF

References


Khanafiah, S., dkk., 1999, Fisika Lingkungan. Fisika FMIPA UNNES, Semarang.

Wibowo, R., Rubiyanto, A., 2012, Desain Sensor Konsentrasi Larutan NaCl

Menggunakan Serat Optik moda Jamak Dengan Model W system, Jurnal Sains dan Seni ITS, Vol. 1, No.1, B70-B72.

Erick, UDD., 1990, Fiber Optic Sensor An Introduction for engineers and scientist, United States of America.

Allard., Federick, C., 1990, Fiber Optics Handbook, McGraw-Hill, United States.

Maddu, A., dkk., 2006, Pengembangan Probe Sensor Kelembaban Serat Optik Dengan Cladding Gelatin, Makara Teknologi, Vol. 10, NO. 1, 45-50.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


© Jurusan Ilmu Fisika Universitas Andalas